dia – diting

dia — (Simalungunatas) 1 mana: dia hujon – mana, sini; handia – dari mana; hudia – kemana; idia – dimana; hampit/humpitdia – sebelah mana; pardiaorang mana, asal mana2 apa, yang mana, macam apa: jabu na idia – rumah yg mana; mardia – mengapa, cak ngapain; pardia – belum apa-apa: pardiani pe lape ai – belum apa-apanya itu

diam — sidiamdiam – nama kampung di Kec. Silou Kahean, Kode Pos 21157

diateisyukurlah: diatei ma roh – syukurlah datang; diateitupa – terimakasih, tarimakasih;
pardiatei – perhatikan; pardiateihonon – perlu/harus diperhatikan, dicamkan;  sipardiateihonon – yg perlu/harus diperhatikan; sipardiateihononta – yg harus kita perhatikan; sipardiateihononta rombang – hal yg perlu/harus kita perhatikan bersama;  mampardiateihon – memperhatikan; ipardiaei – diperhatikan;

didahlihat; lih. idah

didengtimang; lih. titeng

didibaptis; mandidi – membaptis; ididi – dibaptis; padidihon – membapiskan; tardidi – menerima baptisan, org yg dibaptis; pandidion – baptisan: pandidion na mapansing – baptisan kudus; pandidion (na) tarolos – baptisan darurat pd bayi dlm keadaan memaksa; surat tardidi – surat tanda baptis; parguru tardidi – katekumen, seseorang yg sedang belajar agama kristen; sipandidi – org (pendeta) yg membaptis

didihiljari kelingking lih. ompu-ompu; tutudu

dihadiha — famili, kerabat, keluarga;

dihar —  pencak silat; dihar hata – silat kata; dihar dayok – sok pintar bersilat tetapi sebenarnya tidak bisa apa-apa; diharhon – elakkan, peragakan gerak pencak-silat; mandihar – main pencak; pandihar – pemain pencak;

dihut — ikut; mandihuti – mengikuti, ikut serta; idihuti – diikuti; dihut-dihut – ikut-ikut:ulang dihut-dihut ho bani parhara nami on – jangan ikut-ikut pesoalan kami; padihut-dihut – bawa-bawa: ulang padihut-dihut au bani parhara in – jangan bawa-bawa saya dlm soal itu

diladila — itil, klitoris; Lih. dildil

dilahlidah: daini sosok bani dilahrasanya pas/cocok bg lidah; dilah ni apuy – lidah api; siganjang dilah – org yg suka menyampaikan rahasia/perkataaan kpd org lain; (pb) seng das dilah mangkatahon – tdk mampu mengatakan?

dilam — nilam (Pogostemon cablin)

dilat — jilat; dilat-dilat – jilat-jilat; mandilat – menjilat; mandilati – menjilati; idilati –dijilati: (pb) paima idilat bibir ase marsahap – lebih dahulu jilat bibir sebelum bicara, dipikir dulu sebelum bicara

dildil —  ?

dilo — panggil; dilo-dilo – panggilan; mandilo – memanggil; idilo – dipanggil; idilohon – dipanggil; pandiloon – panggilan; na nidilo – yg dipanggil; tardilo – terpangggil;tardilo-dilo – ?

dimpos — /dip.pos/ 1 rapi, tertutup rapat; dimpos bahen da! – simpan rapi ya!; padippos – simpan banik-baik; padimposkon – menyimpan, membereskan; 2 terjamin, paten: diatei tupa bani Tuhan dimpos do panramotion-Ni – syukur bagi Tuhan, penyertaan-Nya terjamin

dingdingdinding, tembok, lindung; dingding bolat-bolat – dinding penyekat: mandingdingi – melindungi; idingdingi – dilindungi; (ungk) anggo marsahap ulang ibogei dinding – kalau bicara jangan sampai didengar orang lain; sidingdingi – yg melindungi, pelindung: naibata sidingdingi na mabalu – allah pelindung para janda; marhori-hori dinding – pembicaraan adat antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat (juga disebut “marhusip”, pengaruh adat Toba); sandei-sandei hudingding – tinggal menikmati hasil; bersantai setelah bekerja keras; demban runtas dingding – sirih yg disampaikan kpd “boru” pihak keuarga calon penganten perempuan dlm acar adat pernikahan;marsahap hubani dingding – ?

dingis — burung pipit; (ungk) songon dingis na lang marasar –  tidak punya tempat tinggal yang tetap

dior — cari; mandiori – mencari; dior-dior – sedang mencari

dipar — seberang, luar negeri; mandiparhon – menyeberangkan; idiparhon –diseberangkan; pandiparan – penyeberangan, saluran: pandiparan ni pasu-pasu – s

diring — dering; mardiring-diring – berdering-dering

diting — denting; marditing – berdenting;


do – doyor >>

<< dear – deter